Artikel/

Agenda DKV

DKV UPI DAN BAPPEDA PEMALANG JALIN KERJA SAMA UNTUK DORONG EKONOMI KREATIF

2025-02-13

Agenda DKV

Pemalang, 11 Februari 2025 – Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjalin kerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pemalang dalam program Project-Based Learning. Kolaborasi ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif serta memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Pemalang.

Kesepakatan ini dibahas dalam rapat pengarahan yang digelar di Ruang Rapat Kantor Bappeda Pemalang. Pertemuan tersebut dihadiri oleh akademisi dari DKV UPI serta perwakilan dari berbagai Unit Perangkat Daerah (UPD) terkait, termasuk Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispapora), Dinas Pertanian (Dispertan), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), serta Dinas Perikanan (Disperik).

Rapat dibuka oleh Kepala Bidang (Kabid) Bappeda Pemalang, Wiwik, yang memaparkan kondisi terkini serta rencana strategis dalam pengembangan industri dan ekonomi kreatif di daerah. Ia menekankan bahwa kolaborasi dengan Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) diharapkan dapat menjadi solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi oleh sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta industri kreatif.

Sementara itu, Ketua Program Studi (Kaprodi) DKV UPI, Dr. Arief Johari, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kerja sama ini bertujuan memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa melalui riset dan produksi desain yang dapat membantu UMKM setempat.

"Melalui Project-Based Learning, kami ingin membekali mahasiswa dengan pengalaman nyata sekaligus berkontribusi dalam pengembangan ekonomi kreatif daerah," ujarnya.

Dalam rapat ini, berbagai laporan dari Unit Perangkat Daerah (UPD) turut dipresentasikan guna memberikan gambaran kondisi terkini sektor UMKM dan ekonomi kreatif di Pemalang.

Perwakilan dari Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag), Yusuf, mengungkapkan bahwa dari 71.741 UMKM di Pemalang, sebanyak 99,9% masih berstatus usaha mikro. Menurutnya, pelaku usaha ini memerlukan dukungan lebih lanjut dalam aspek digitalisasi dan branding produk agar dapat bersaing di pasar yang lebih luas.

Sementara itu, Dinas Perikanan (Disperik) melaporkan tantangan yang dihadapi oleh 42 UMKM di sektor perikanan, khususnya dalam hal pemasaran dan kemasan produk. Dinas Pertanian (Dispertan) juga menyoroti potensi besar dari produk unggulan daerah, seperti nanas madu dan kopi Pemalang, yang masih membutuhkan strategi pemasaran yang lebih kuat agar dapat menjangkau pasar nasional dan internasional.

Di sektor ekonomi kreatif, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispapora) menekankan pentingnya promosi seni dan kriya lokal melalui program Pasar Senja. Program ini menampilkan berbagai produk khas daerah, seperti batik Pemalang dan sarung goyor, sebagai upaya untuk meningkatkan daya tarik ekonomi kreatif.

 

Sebagai tindak lanjut dari proyek ini, DKV UPI meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pemalang untuk mengkurasi unit usaha yang akan menjadi fokus dalam program ini. Mahasiswa DKV UPI akan terlibat langsung dalam penelitian dan pengembangan solusi kreatif, mulai dari perancangan identitas visual (branding) hingga strategi pemasaran digital bagi UMKM terpilih. Tahap berikutnya adalah diskusi lanjutan guna menentukan jumlah serta jenis unit usaha yang akan dikembangkan.

Setelah proses kurasi selesai, tim DKV UPI bersama mahasiswa akan melakukan kunjungan lapangan untuk memulai implementasi Project-Based Learning secara langsung. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan UMKM di Kabupaten Pemalang semakin berkembang, sektor industri kreatif semakin maju, serta mahasiswa DKV UPI memperoleh pengalaman nyata yang bermanfaat bagi masa depan mereka.