Artikel/

Agenda DKV

Menghindari Kiamat Industri Komik Indonesia dari Serangan AI

2024-12-18

Agenda DKV

Bandung,13 Desember 2024 -  Seminar bertajuk "Kiat Menghindari Kiamat Industri Komik Indonesia dari Serangan AI" diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bekerja sama dengan PT Kriya Manggala Indonesia (KMI). Acara ini menghadirkan Prof. Nanang sebagai keynote speaker, serta Brian Tanutama selaku CEO KMI dan Benishoga, seorang artis komik ternama yang dikenal melalui karyanya "Apple to Orange."

KMI, yang dikenal sebagai Komikus Indonesia, merupakan komunitas seni komik terbesar di Indonesia. Berdiri sejak 2011 di bawah kepemimpinan pendirinya, Brian Tizi, KMI menjadi wadah diskusi, pengembangan keterampilan, dan kompetisi yang mendorong para komikus lokal untuk terus berkarya. Kini, di perayaan ulang tahun ke-13, KMI memberikan penghargaan khusus kepada 13 admin pertama yang telah membentuk fondasi kuat komunitas ini.

Dalam sambutan pembukaannya, Prof. Nanang menekankan pentingnya kreativitas dan inovasi dalam menghadapi tantangan teknologi AI. Beliau mengingatkan bahwa peran seniman dalam menciptakan identitas dan karakter lokal tidak dapat tergantikan oleh teknologi. Sementara itu, Brian Tanutama menjelaskan visi KMI sebagai platform bagi para seniman komik untuk berkembang melalui berbagai program unggulan seperti kompetisi tahunan Battle Rally dan Mangaka Fire.

Brian juga menyampaikan rencana KMI untuk menyelenggarakan kompetisi komik berskala nasional serta seminar dan workshop yang diadakan secara daring maupun luring. Menariknya, kegiatan-kegiatan tersebut akan didukung oleh Nakara Book Cafe & Learning Space, sebuah tempat khusus yang akan menjadi tuan rumah untuk pameran karya seni dan berbagai aktivitas komunitas.

Benishoga, sebagai salah satu narasumber, berbagi pengalamannya sebagai artis komik profesional. Ia menyoroti pentingnya menemukan identitas artistik dalam berkarya serta bagaimana teknologi AI dapat menjadi tantangan sekaligus peluang bagi industri komik. Menurutnya, kreativitas yang berakar pada kearifan lokal merupakan senjata utama dalam menghadapi persaingan global.

Seminar ini disambut antusias oleh para peserta, yang mayoritas terdiri dari mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV), calon komikus, dan penggiat seni. Ketua Himpunan Mahasiswa DKV, Muhammad Naufal Faris, berharap acara ini dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa serta memberikan wawasan baru tentang dunia industri komik yang semakin kompleks.

Dekan Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) UPI, Dr. Filyudi Sukmayadi, turut menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya dukungan institusi pendidikan terhadap perkembangan industri kreatif. Menurutnya, peran perguruan tinggi tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten tetapi juga mendorong inovasi dan kolaborasi di era teknologi.

Dalam sesi diskusi, para narasumber menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi komikus Indonesia, termasuk minimnya apresiasi terhadap karya lokal, rendahnya dukungan finansial, serta ancaman eksploitasi teknologi AI. Namun demikian, mereka juga membahas bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan nilai artistik dan kreativitas.

Brian menegaskan bahwa komunitas KMI akan terus berupaya mencari format inovatif untuk mengapresiasi karya komikus Indonesia, termasuk melalui pameran offline sebagai bentuk baru penghargaan terhadap karya peserta. Dengan demikian, seniman komik dapat merasakan kebanggaan atas karya mereka yang dipamerkan di ruang publik.

Selain itu, acara ini juga menjadi ajang refleksi terhadap perkembangan industri komik Indonesia. KMI berharap semakin banyak dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan sponsor, agar industri komik dapat tumbuh dan bersaing di kancah internasional.

Seminar ini ditutup dengan pesan inspiratif dari Benishoga, yang mendorong para peserta untuk tidak menyerah dalam mengejar mimpi menjadi komikus profesional. Ia menekankan pentingnya ketekunan, eksplorasi gaya pribadi, dan semangat untuk terus berkarya meski di tengah tantangan besar.

Melalui acara ini, diharapkan komikus Indonesia semakin siap menghadapi era digital, mampu mengoptimalkan teknologi dengan bijak, dan tetap mempertahankan identitas komik lokal yang kaya akan nilai budaya dan kreativitas. Dengan kolaborasi antara komunitas, akademisi, dan industri, masa depan industri komik Indonesia diyakini akan semakin cerah.


- Shinta Wira Aditya