Prestasi DKV
2024-10-11
Prestasi DKV
Bandung, Oktober 2024 – Program Studi Desain Komunikasi Visual ikut serta dalam pelaksanaan Kriyasana Mahasiswa Desain Grafis Indonesia (KMDGI-XV) yang diselenggarakan di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan berlangsung dari 8 – 10 Oktober 2024. Menghadirkan lebih dari 70 kampus di Indonesia yang memiliki jurusan Desain Grafis atau Desain Komunikasi Visual.
KMDGI
menjadi ajang paling bergengsi bagi mahasiswa DKV se-Indonesia yang
dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Diadakan di berbagai perguruan tinggi
yang memiliki program studi DKV dan fokus dalam pertukaran ide, konsep, dan
apresiasi karya kreatif yang merespons isu-isu kontemporer. Ketua Umum Pengurus
Pusat Asprodi DKV, Intan Rizky Mutiaz mengatakan KMDGI pertama kali
diadakan pada 1993, sebagai bentuk respons atas kebutuhan mahasiswa desain
grafis untuk memiliki platform nasional yang dapat mewadahi kreativitas dan
inovasi dalam desain.
Dalam
pelaksanaan KMDGI ke-16 Universitas Pendidikan Indonesia terpilih menjadi tuan
rumah yang akan dilaksanakan pada 2026 mendatang.
Menyikapi
hal ini, DKV UPI membuat sebuah karakter Rosi yang dapat berinteraksi bahkan
melakukan apapun yang diminta oleh manusia. Rosi, dapat berinteraksi
menggunakan suara dan memiliki pengetahuan yang tak terbatas untuk bisa
mengerti dan merespon perintah manusia. Dengan adanya Rosi, ini mencerminkan
bahwa AI tidak akan dapat berkerja sendiri tanpa ada perintah dari manusia, dan
Rosi juga akan menjadi teman bagi manusia.
Karya
Simbolik merupakan karya yang mempunyai kontribusi langsung kepada masyarakat secara
general untuk merespon tema yang telah disepakati. Kemudian menciptakan karya
videografis yang akan diaplikasikan kepada masalah tersebut, sehingga dapat
dinilai bagaimana karya tersebut dapat memberikan kontribusi langsung kepada
masyarakat dan menjadi solusi bagi masalah yang dipilih. Dalam karya Simbiotik,
DKV UPI menciptakan karya dengan judul Generasi Beresonansi atau disingkat
"GEBER" merupakan sebuah gagasan yang direalisasikan dalam bentuk instalasi, mengajak berbagai
lapisan elemen masyarakat dari berbagai generasi yang tidak hanya sekadar
memahami perbedaan, namun menemukan
resonansi diantara generasi. Dan diinstalasi inilah bagaimana pengalaman dan
nilai nilai bisa saling terkoneksi, serta memunculkan rasa diantargenerasi
untuk bisa saling berkolaborasi
Karya
simbolik berfungsi sebagai wadah pengenalan masing-masing delegasi, dengan
menggunakan “Desain Mata Uang” sebagai media penukar informasi tentang nilai
atau keunikan masing-masing delegasi (Lingkungan kampus, keunikan kampus, isu
sosial kampus, dan lain- lain seputar kampus dan sekitarnya). Merespons tema
"Siap?!", delegasi UPI menyoroti nilai-nilai filosofis dari
lingkungan dan sejarah kampus: Vila Isola, Bumi Siliwangi, dan Modernisasi
Pendidikan. Vila Isola menggambarkan adaptasi dinamis dan optimisme melalui
gaya art deco yang berkembang mengikuti zaman. Bumi Siliwangi
melambangkan semangat dan persatuan, simbolis melalui penanaman pohon beringin.
Modernisasi Pendidikan menunjukkan komitmen terhadap pembaruan sistem untuk
menghasilkan generasi unggul. Nilai-nilai historis, spiritual, dan kemajuan ini
mencerminkan kesiapan UPI untuk menghadapi tantangan dan perubahan masa depan
dengan optimisme dan persatuan.