Artikel/

Seputar DKV

RWD Fest 2024 Hadirkan Pagelaran Animasi dan Wayang "Panggung Cahaya" untuk Masyarakat Pulosari, Bandung

2024-10-01

Seputar DKV

Bandung, 13 September 2024 – Dalam upaya melestarikan budaya lokal dengan sentuhan modern, pagelaran animasi dan wayang bertajuk “Panggung Cahaya” sukses diselenggarakan di Taman Caskade, Pulosari, Bandung, pada 13 September 2024. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian RWD Fest 2024, yang diinisiasi oleh Program Studi Film dan Televisi (FTV) dan didukung oleh Rakarsa Foundation sebagai bagian dari pra-acara Bandung International Short Film Festival (BISFF). Dengan mengusung tema gambar bergerak, acara ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebudayaan lokal sekaligus memperkenalkannya dalam format digital yang relevan dengan zaman.

Kegiatan ini menjadi panggung bagi kolaborasi antara animasi dan seni wayang, membuktikan bahwa warisan budaya tetap memiliki daya tarik yang kuat di tengah masyarakat modern. “Panggung Cahaya” dihadiri oleh berbagai narasumber ternama, termasuk Aniwayang Studio, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) PSTK ITB, dan seniman karawitan sekaligus dalang wayang, Bapak Bram Palgunadi.

Aniwayang Studio: Revitalisasi Wayang dalam Format Digital

Aniwayang Studio mengambil peran penting dalam pagelaran ini dengan mempresentasikan tujuan mereka dalam menciptakan animasi berbasis wayang. Studio ini berkomitmen untuk menghadirkan konten kreatif yang tidak hanya menghibur tetapi juga memiliki daya tarik global. Salah satu fokus mereka adalah memperkenalkan kembali budaya Indonesia melalui kemasan tradisi yang modern, kreatif, dan penuh kegemoyan lokal. Sebagai bagian dari acara, Aniwayang Studio menayangkan dua episode perdana dari serial animasi Desa Timun dan Timun Mas, bagian dari 42 episode yang telah diluncurkan secara eksklusif di aplikasi Indonesia Kita.

PSTK ITB dan Wayang Tresnaning Ati

Acara ini juga menampilkan UKM PSTK (Perkumpulan Seni Tari dan Karawitan) Jawa ITB yang memukau penonton dengan pertunjukan drama wayang Tresnaning Ati, sebuah kisah cinta yang dibalut dalam cerita wayang klasik. Pertunjukan ini semakin memperkuat tema utama acara yang menggabungkan tradisi dengan elemen hiburan kontemporer.

Talkshow Bersama Bapak Bram Palgunadi

Bapak Bram Palgunadi, seniman karawitan dan dalang kelahiran Yogyakarta, menjadi narasumber utama dalam sesi talkshow. Dalam kesempatan tersebut, beliau memaparkan sejarah wayang, berbagai jenis wayang, hingga teknik pertunjukan yang terus berkembang hingga kini. Wawasan beliau membawa perspektif baru bagi generasi muda yang tertarik pada seni pertunjukan tradisional.

Antusiasme Tinggi Masyarakat dan Anak-Anak

Acara ini disambut dengan antusiasme luar biasa dari masyarakat sekitar Pulosari, khususnya anak-anak. Selain sebagai penonton, anak-anak turut memeriahkan suasana dengan berbagai partisipasi yang membuat acara semakin hidup dan interaktif. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa seni tradisional seperti wayang dapat diterima oleh semua kalangan usia, terutama dengan pengemasan yang sesuai dengan era digital.

Pagelaran “Panggung Cahaya” berhasil menjadi sorotan dalam upaya mempopulerkan budaya Indonesia melalui inovasi animasi dan seni pertunjukan, membuktikan bahwa warisan budaya tetap relevan di tengah modernitas.